| Pemerintah Kota Makassar menghentikan sekolah tatap muka hingga 16 Februari 2023 mendatang akibat cuaca buruk yang mengakibatkan banjir di wilayahnya. Sebagai gantinya, para siswa akan melakukan pembelajaran jarak jauh atau daring.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar Aminuddin Taware mengatakan akibat cuaca ekstrem yang diprediksi melanda Makassar dalam beberapa hari ke depan, pembelajaran jarak jauh akan diterapkan demi menjaga keselamatan para siswa.
Para tenaga pengajar nantinya akan mengontrol pembelajaran siswanya dari rumah, sehingga tidak perlu ada yang keluar rumah sampai cuaca kembali .
"Pembelajaran jarak jauh kita terapkan sehingga anak-anak tetap aman tapi juga tetap belajar. Nanti teman-teman guru yang ada di sekolah juga tetap melaksanakan pembelajaran daring," ungkapnya, Selasa (14/2/2023).
Dia menambahkan ada sekitar 200.000 siswa di Makassar setara PAUD, SD, dan SMP yang akan menerapkan proses belajar daring hingga 16 Februari 2023 mendatang. Mereka diinstruksikan tidak melakukan pembelajaran tatap muka karena sehari sebelumnya beberapa sekolah terendam banjir.
Terhitung ada 17 sekolah di Makassar yang terendam banjir mulai Senin (13/2/2023) kemarin dan berpotensi membahayakan para siswa.
"Ini instruksi langsung dari wali kota, karena kemarin ada beberapa siswa yang masuk sekolah, tapi kita pulangkan karena kondisi cuaca yang bisa saja membahayakan untuk siswa," paparnya.
Sementara Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto membenarkan instruksi tersebut. Kebijakan ini diambil setelah mendapat informasi terkait peringatan dini cuaca ektrem oleh BMKG Wilayah IV Makassar yang berlangsung hingga 16 Februari 2023.
"Iya kita instruksikan anak-anak kita belajar online di rumah sampai 16 Februari sesuai prediksi cuaca dan warning dini dari BMKG," tutupnya.
-
#bisniskti
#makassar
#cuacaburuk
#cuacaekstrem
#banjirmakassar
#siagabencana
#waspadacuacaekstrem |
0 |
1 |
| Pemerintah Kota Makassar mencatat jumlah korban terdampak banjir di wilayahnya mencapai 2.947 jiwa yang berasal dari 12 kecamatan. Sebagian dari mereka diungsikan di lokasi pengungsian yang tersebar di 28 titik.
Jumlah titik pengungsian pada Selasa (14/2/2023) bertambah dibanding hari sebelumnya menyusul bertambahnya korban dampak banjir. Namun sebagian di antara mereka terpantau telah pulang dan ada yang memilih tidak mengungsi.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan setiap titik pengungsian disediakan dapur umum dan fasilitas pelayanan kesehatan, tujuannya untuk memenuhi kebutuhan para warga dan menjaga kesehatannya dari dampak yang bisa ditimbulkan.
"Kita siapkan dapur umum dan pelayanan kesehatan gratis untuk para korban, dapur umum supaya mereka tidak pusing lagi dengan kebutuhan makan mereka dan fasilitas kesehatan supaya terhindar dari penyakit," ungkapnya, Selasa (14/2/2023).
Danny Pomanto sapaan Wali Kota Makassar menyatakan bahwa banjir kali ini disebabkan curah hujan yang tinggi, bukan karena drainase yang tersumbat atau akibat dari proyek reklamasi. Banjir kali ini dianggapnya juga berbeda dengan banjir-banjir sebelumnya yang disebabkan karena pengembang membuat rumah di tempat air.
"Banjir yang terjadi kali ini lantaran hujan lebat yang setara dengan hujan selama tiga bulan, maka dia tumpah dan tidak ada drainase yang mampu mengalirkan," paparnya.
Banjir kali ini juga diklaim menjadi banjir terparah dalam periode 10 tahun terakhir. Sejak 2012 hingga 2017 frekuensi kejadian bencana di Sulsel hanya di bawah 100 kali dan tren 2018 hingga 2022 intensitasnya meningkat hampir dua kali lipat.
-
#bisniskti
#banjirsulsel
#banjirmakassar
#makassar
#banjir
#cuacaburuk
#cuacaekstrem
#makassarsiaga
#korbanbanjirmakassar |
0 |
1 |