Social Analitycs System

Post Influencer Kontra

Post Komentar Reaksi
Banjir Mendengar kata banjir tidak selamanya bermakna air yang tergenang akibat hujan deras, tapi bisa juga banjir air mata atau banjir hadiah. Tapi kali ini pembahasannya tentang banjir yang pertama hehehe. Kok begini kalimatnya. Makassar banjir besar akibat hujan lebat hari Senin lalu. Kata orang inilah ciri-ciri kota metropolitan. Apa memang tidak ada cara agar image banjir hal biasa bagi kota metropolitan bisa dhilangkan? ==================== Seperti biasa, pagi harinya, kakak yang cewe diantar duluan ke sekolah oleh Pak Abi. Di rumah adiknya menunggu giliran diantar sambil disiapkan kebutuhannya. Kali ini tumben Pak Abi lama baliknya, hp lupa pula dibawa. Rutinitas pagi seperti itu, Kakak cewe duluan yang diantar karena lebih dulu masuk baru kemudian balik ke rumah jemput anak ke-3 dan ke-4 serta istrinya sekalian ????. Kalau jumlah anak yang sampai 4 disebut banyak mungkin ini devinisi berkembang biak ????. Apa kira-kira terlambat karena macet akibat hujan deras/banjir? Tiba di rumah, Pak Abi cerita kalau macetnya parah dan berpikir dua kali mengizinkan saya masuk kantor yang jaraknya lebih jauh dari kantor Pak Abi, serta melewati banyak titik banjir. Tapi karena saya terlanjur sudah siap dengan peralatan bekal dan segala macamnya, saya bilang ayo bismillah kita jalan. Sebelum ke kantor yang kami antar yang bungsu. Kakaknya yang cowo izin tidak masuk sekolah karena perutnya mulas sampai empat kali bolak balik masuk kamar mandi. Di jalan, hujan semakin deras. Pulang mengantar anak menuju kantor jalanan macet. Air semakin kelihatan tinggi. Pak Abi menyarankan sekali lagi untuk tidak masuk kantor, termasuk ia juga akan izin tidak masuk kantor. Saya setuju. Tiba di rumah, sy buka wa grup kantor ternyata kondisi jalan yang akan saya lewati menuju kantor lebih parah. Bahkan daerah AP. Pettarani difotokan oleh teman, benar-benar macet. Kendaraan tidak bergerak. Sejumlah video di tempat yang lain bergantian dikirimkan. Membuka grup wa yang lain di Makassar, isinya pun banyakan bahas tentang banjir. Sampai ada video Pak Walikota yang memberikan izin anak-anak belajar di rumah. Alhamdulillah atasan kami juga izinkan wfh. Siang harinya, gurunya si Bungsu chat di grup sekolah kalau anak-anak sudah bisa dijemput. Di grup sekolah Kakak malah ada info kalau anak saya keluar dari sekolah bersama teman-temannya yang itu tidak diketahui gurunya kemana. Saya mulai panik, sementara hujan semakin turun dengan derasnya. Jalanan akan sulit ditembus. Doa-doa diucapkan...yang membuat tambah panik karena nomor telepon temannya tidak diangkat. Anak kami memang belum kami izinkan punya hp sendiri, meski di rumah kami izinkan main gadget dengan batasan waktu. Akhirnya kami izinkan ananda pegang hp sendiri, nanti kalau jam pelajaran dititip sama gurunya. Sebenarnya saya tidak termasuk orang yang gampang curhat, tapi karena sudah sangat panik akhirnya saya chat di sebuah grup, berharap dapat informasi nomor kontak orang tua dari anak saya, karena nomor kontaknya yang saya dapat di grup sekolah tidak diangkat serta berharap penuh agar teman-teman di grup tersebut bisa membantu mendoakan kami. Terima kasih banyak ya teman-teman, atas segala perhatian dan doanya. Saya tidak tag namanya disini, tapi insyaaAllah saya doakan segala kebaikan atas perhatianta semuanya ???? Alhamdulillah saya dihubungi oleh orang tua teman anak saya, tidak lama kemudian anak saya menelpon pakai nomor telepon temannya. Anak saya curhat karena takut hujan semakin lebat, mereka keluar ke rumah temannya yang letaknya sebenarnya tidak jauh dari sekolah, tapi posisinya di pinggir jalan. Katanya agar gampang kalau dijemput. Ya Allah, alhamdulillah. Tadinya saya mau ceramah (baca: mengomel) panjang kali lebar, tapi kali ini saya tahan. Lebih baik bersyukur si doi tidak kenapa-kenapa. Di rumah, ia hanya saya ingatkan agar kalau mau keluar saat jam pelajaran sekolah lharus izin sama gurunya. Sebagaimana halnya ujian, di tengah lebatnya hujan, tetap ada "spasinya". Di tengah berita horor banjir besar, ada saja kejadian yang "menghibur". Kepada teman-teman yang terdampak banjir semoga diberikan kesabaran dan ketabahan. Semoga banjir kemarin adalah banjir terbesar. Selebihnya semoga ada cara menanggulangi banjir sehingga imej bahwa banjir adalah hal yang biasa di kota metropolitan tidak ada lagi. ?????????? ???????? ???????? "Ya Allah, (Jadikan hujan ini) hujan yang bermanfaat" 26 17